S I L E

Supporting Islamic Leadership in Indonesia

S I L E - Supporting Islamic Leadership in Indonesia

Work Session Penguatan Program Pokja

Bertempat di Hotel Continent Centrepoint Makassar (10/3), Project Implementation Unit (PIU) UIN Alauddin Makassar bekerjasama dengan Islamic Supporting Leadership (SILE),  mengadakan Work Session Penguatan Program Pokja.

Kegiatan ini menjadi ajang pemantapan sekaligus laporan kegiatan yang telah diakukan oleh setiap pokja (kelompok kerja). Pokja sendiri adalah kelompok kerja yang dibentuk oleh SILE yang bertujuan untuk memberikan pendampingan terhadap masyarakat dalam rangka terlaksannya misi SILE.

Kegiatan ini dibuka oleh Prof. Hamdan Juhannis. Ph.D selaku ketua Project Implementation Unit (PIU) UIN Alauddin Makassar. Dalam sambutannya, Prof Hamdan menyebutkan bahwa tujuan dari kegiatan ini adalah penguatan team building, penguatan program kerja, antisipasi keberlangsungan pokja, serta upaya untuk memikirkan langkah kongkrit yang dapat dilakukan pokja untuk masyarakat.

Dalam kegiatan ini, Kedelapan pokja kemudian diberikan kesempatan untuk memaparkan apa yang mereka telah lakukan di desa binaan masing-masing. Termasuk tantangan apa yang ditemukan dalam menjalankan kegiatan-kegiatan yang telah direncanakan. Disampaikan pula bagaimana harapan masyarakat yang desanya menjadi mitra program SILE-UIN tersebut.

Beberapa diantara hasil dari program ini diantaranya adalah; Pembentukan Koperasi di Lewaja Enrekang,  Pembentukan Forum RT/RW di Kec. Mariso, Makassar, Pelatihan Jurnalisme warga dan Muballigh di Desa Parang, Selayar, Pembentukan Rumah Perdamaian serta Pelatihan Peace Building di Desa Ujung Bulu di Kab. Jenneponto.

Sri Hidayati yang merupakan wakil dari SILE dan ikut hadir pada kegiatan tersebut menyampaikan apresiasinya terhadap kelompok kerja di Makassar. Dia mengatakan bahwa Pokja di Makassar lebih maju dibanding pokja yang berada di Surabaya. Namun dia juga mengatakan bahwa ada ketidakmerataan kemajuan pokja di UIN Makassar. “Ada pokja yang perkembangannya sudah sangat “advance” sedang ada yang belum.”

Prof. Dr. H. Mardan MA yang juga turut hadir dalam kegiatan ini memberikan masukan agar kiranya setiap kegiatan yang dilakukan nantinya ada pelibatan pemda setempat sehingga pemerintah dapat ikut dilibatkan dalam membangun desa.

Sedangkan Wakil Rektor III UIN Alauddin Makassar, Dr. Muh. Natsir Siola MA mengharapkan agar kolaborasi PIU dan LPM tetap berlanjut meski proyek SILE sudah tidak ada lagi.

Sementara itu, Sekretaris Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) UIN Alauddin, Drs. Muh Wayong, M.Ed., Ph.D mengatakan bahwa LP2M akan mempertahankan dan melanjutkan apa yang telah dilakukan SILE.

Sebelum kegiatan ini ditutup, Wakil Ketua PIU SILE UIN Alauddin, Drs. Irwanuddin, MM mengingatkan setiap pojka untuk membuat proposal kegiatan. “Akan ada alokasi dana sekitar 25 sampai 30 juta yang dipersiapkan untuk setiap pokja,” Ujarnya.

Category: Berita

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Order Zovirax Cream Cheapest