S I L E

Supporting Islamic Leadership in Indonesia

S I L E - Supporting Islamic Leadership in Indonesia

Training Mubbalig Angakatan I

Training Muballig Tahap 1

PIU-SILE Online. (26/02/2014) Training Muballig Tahap I resmi dibuka oleh Rektor UIN Alauddin Makassar, Prof. Dr. H.A Qadir Gassing HT, MS., di Hotel Horison Makassar. Training ini akan berlangsung tanggal 26 Р27 Pebruari 2014. Training Muballig ini dilaksanakan berangkat dari cita-cita Rektor UIN Alauddin yang menginginkan lahirnya muballig-muballig yang profesional dan plus, yakni, muballig yang tidak saja memiliki kemampuan metodologis tetapi juga memiliki pengetahuan agama yang mendalam dan terintegrasi dengan pengetahuan tentang issu-issu Democratic Governance.  Dengan pengetahuan tersebut, training muballig bertujuan agar muballig dapat membina kehidupan masyarakat yang menghargai perbedaan, menghindari cara-cara kekerasan dalam menyelesaikan masalah, dan berpartisipasi aktif dalam penyeleng garaan negera yang demokratis. Peserta yang mengikuti training sebanyak 50 orang  terdiri dari muballig yang mewakili komunitas dampingan pokja SILE UIN Alauddin Makassar, muballig muda alumni UIN Alauddin dan tokoh agama pada desa dampingan UIN Alauddin.

Dalam sambutannya, Rektor UIN Alauddin menyampaikan bahwa pada dasarnya training ini harus mendapat dukungan dari SILE Project karena salah satu ketertarikan pihak pemerintah Kanada (GoC) untuk menghibahkan sejumlah dannya karena melihat adanya kelompok-kelompok minoritas Islam dan non-Islam di Indonesia yang berpotensi menimbulkan konflik horizontal. Karena itu, training ini sangat strategis untuk menciptakan agen moral yang mampu menyampaikan bahwa kita boleh berbeda tetapi tidak untuk perlekuan berbeda atau diskriminasi, baik dari pemerintah maupun sesama masyarakat. Selain itu, rektor mengemukakan bahwa melalui training ini UIN Alauddin memiliki kesempatan untuk berpartisipasi dalam pemberdayaan tokoh agama, tokoh adat, tokoh perempuan, dan tokoh pemuda dalam menyampaikan nilai-nilai demokratis melalui bahasa agama. Letak muballig plus, lanjut rektor, adalah ketika muballiq itu sukses mencerahkan tiga lingkungan, yaitu, individu, keluarga dan masyarakat. Sebelum terjun mencerahkan, muballig plus harus memperkaya materi yang terkait, sehingga tidak terkesan sekedar ‘latah’ tetapi betul-betul issu-issu democratic governance disampaikan melalui bagsa agama yang memiliki landasan nash dan filosofis yang kuat. Menurut survei hanya 25% muballig yang menyampaikan ceramah agama yang mengintegrasikan materinya dengan kehidupan beragama, selebihnya hanya berkisar pada masalah kehidupan beragama. Demikain yang disampaikan oleh Rektor UIN Alauddin.

Training tahap II berikutnya rencana akan dilaksanakan tanggal 26-27 Maret 2014 yang akan datang dengan melibatkan unsur-unsur majelis taklim, para muballig dan muballigah di sekitar UIN Alauddin. (mmf.)

Category: Uncategorized

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

buy Cialis Soft 20 mg UK generic Cialis Soft Buy online Buy Cialis Soft cheap http://bigfix-music.com/Buy-online-Flomax Buy online Flomax