S I L E

Supporting Islamic Leadership in Indonesia

S I L E - Supporting Islamic Leadership in Indonesia

Work Session Penguatan Program Pokja

Bertempat di Hotel Continent Centrepoint Makassar (10/3), Project Implementation Unit (PIU) UIN Alauddin Makassar bekerjasama dengan Islamic Supporting Leadership (SILE),  mengadakan Work Session Penguatan Program Pokja.

Kegiatan ini menjadi ajang pemantapan sekaligus laporan kegiatan yang telah diakukan oleh setiap pokja (kelompok kerja). Pokja sendiri adalah kelompok kerja yang dibentuk oleh SILE yang bertujuan untuk memberikan pendampingan terhadap masyarakat dalam rangka terlaksannya misi SILE. Continue reading

SILE-UIN ALauddin Akan Berangkatkan Dosen ke Kanada dan Filipina

SILE (Supporting Islamic Leadership in Indonesia) bekerjasama dengan Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar kembali berencana memberangkatkan beberapa dosen dan juga aktivis LSM untuk ke luar negeri dalam hal ini Kanada dan juga Filipina.

Sekitar 12 orang dosen dan aktivis yang lolos interview di tahap pertama kembali mengikuti interview tahap selanjutnya yang dilaksanakan di kantor PIU, UIN Alauddin Makassar pada tanggal 5 hingga 6 Maret 2015 kemarin. Tim pewancara terdiri dari Dr. H. Barsihannor, M.Ag. Drs. Muh Wayong, M.Ed., Ph.D, Dra. Fatimah Husein, M.A., Ph.D dan Helmiati Kadir selaku project officer dari SILE. Continue reading

ADA APA DENGAN POKJA 3?What’s wrong with pokja 3?

foto0013

PIU-SILE Online (21/12/2013) Pertanyaan yang selalu muncul ketika anggota Pokja 3 bertemu adalah kapan kegiatan ke komunitas dilakukan lagi. Pertanyaan ini seakan memunculkan kekhawatiran akan vakumnya kegiatan di komunitas selama ini. Menurut Maskur (field Program), “banyak masyarakat yang bertanya-tanya kepada saya kenapa orang-orang dari UIN itu tidak pernah lagi datang ke desa kami”. Pertanyaan ini tidaklah berlebihan mengingat selama tahun 2013 ini, kegiatan untuk komunitas tidak pernah dilakukan.  Continue reading

Pokja 6 melaksanakan Pre-assessment dan Pembentukan Core Group

photo (2)

PIU-SILE Online (21/12/2013). Pada tanggal 15-18 Desember 2013, Pokja 6 mlaksanakan kegiatan turun ke lapangan pertama kalinya, yaitu ke desa mitra di Desa Sumillan Kab. Enrekang. Desa Sumillan berjarak sekitar 255 km dari Makassar, dan sekitar 40 km dari kota Enrekang. Desa ini terdiri dari 6 dusun, yaitu Dusun Lintik, Dusun Cece, Dusun Bonto Tangnga, Dusun Laiyya, Dusun Bosso dan Dusun Dedeh.

Dalam kegiatan lapangan ini, dilaksanakan pre-assessment dan pembentukan core group. Kegiatan ini diawali dengan melakukan pertemuan dengan kepala desa Sumillan, yaitu Samsul, S.Si. Pertemuan ini sebagai perkenalan non formal, dilaksanakan di kediaman kepala desa. Pokja 6 didampingi oleh PIU Drs. Irwanuddin menyampaikan maksud kedatangan, informasi umum tentang kegiatan dan rencana untuk membentuk core group dari unsur-unsur masyarakat Desa Sumillan.

Pada kegiatan pre-assessment dan pembentukan core group, dilakukan di Balai Desa Sumillan dengan mengundang unsur-unsur masyarakat. Pertemuan ini dihadiri oleh 26 anggota masyarakat dan 7 orang dari anggota Pokja 6 dan PIU.

Pada pertemuan ini disepakati pembentukan Core Group (kelompok inti) yang beranggotakan 10 orang, yang terdiri dari 6 orang Kepala Dusun yang ada di desa Sumillan, 1 orang pemuka agama, 1 orang tokoh pemuda, 1 orang ibu PKK dan 1 orang dari Aisyiah Desa Sumillan.

Diharapkan, core group ini akan membantu pelaksanaan program Pokja 6 sebagai penghubung masyarakat dan pokja. (my)

Perjalan sosial Mapping pokja 3Perjalan sosial Mapping pokja 3

IMG_3308

PIU-SILE Online (21/12/2013) JENEPONTO,  Desa Ujungbulu dan Desa Pappalluang  yang merupakan Dataran tinggi Kab. Jeneponto, Ujungbulu  dan Pappalluang ditetapkan sebagai desa dampingan dari POKJA 3, sebagai bentuk  kemitraan Kampus dan LPM Kab.Jeneponto , untuk program pendampingan dan peningkatan kapasitas warga kedua Desa tersebut diatas ( 20/11/2012).

Pokja 3 ini melakukan mapping social dikedua Desa dan para anggota Pokja mengaku sangat tertarik dengan kondisi Ujungbulu. ” Jarang ada tempat seperti ini. Di daerah yang selama ini mendapat predikat daerah gersan,  ternyata terjawab sudah image masyarakat bahwa daerah Kab.Jeneponto tidak semuanya daerahnya gersan, akan tetapi daerah ini terbagi atas beberapa dataran, dataran Rendah, sedang, dan tinggi. Dimana kedua Desa Ujungbulu dan Pappaluang ini adalah sebuah desa yang asri dengan kebudayaan asli yang tetap terjaga.

Ujungbulu dan Pappaluang adalah sebuah dataran tinggi yang dikelilingi oleh pegunungan, perkebunan, dan pertanian, yang memiliki asset yang banyak sebagai daya tarik kedua desa tersebut. Kendati secara geologis  kedua desa ini yang sangat berjauhan ada yang terletak di ujun sebelah utara yang berbatasan Kab. Bantaeng Dan Kab. Gowa dan ada yang berada disebla Timur berbatasan Kab. Takalar Dan Kab. Gowa . dimana Desa Ujungbulu  ini terletak di Kecamatan Rumbia dan Desa Pappalluang terletak di Kecamatan Bangakala Barat.

Anggota Pokja 3 yang terdiri pengurus LPM Kab. Jeneponto dan UIN Alauddin Makassar yang diwakili oleh beberapa  Fakultas, Jurusan, dan didanpingi oleh dari anggota PIU dan SILE yang sesuai  kompetensi yang dimiliki masing-masing .

Sekitar  1 jam perjalanan dari kota Kabupaten Jeneponto menuju Desa Ujungbulu  menyusuri jalanan yang rusak dan berbukit. Sekretaris Desa Ujungbulu bersama keluaraganya menyambut kami dengan baik.

Di Desa Ujungbulu dan Pappalluang warga tinggal di rumah-rumah panggung yang terbuat dari kayu. Berarsitektur tradisional Makassar. Warga menanam aneka bunga di halaman.

Desa ini dihuni oleh kurang lebih 1.000 orang. Sebagian besar penduduknya bekerja sebagai petani . Mereka yang memiliki lahan cukup luas menggantungkan hidupnya dari Perkebunan/pertanian: Sawi, Kopi, Kentang, Kol, Wortel, Cengkeh, Markisa , jagung, Padi, berdagan dan lain-lain.(*)

Pokja 3 melakukan social mapping di dua desa Ujungbulu sama Pappalluang yang diawali persiapan, wawancara /interview mendalam, dan FGD dan pembuatan narasi laporan analisis report.

Pokja V Sosialisasi Good Governance Ke Enrekang

PIU-SILE Online (21/12/2013) Dalam rangka implementasi project SILE UIN Alauddin POKJA 5 yang bekerja pada komunitas Kelurahan Lewaja Kabupaten Enrekang melakukan kunjungan awal sekaligus membentuk Core Group (kelompok inti) yang terdiri dari berbagai unsur masyarakat Lewaja. Muhsin Mahfudz, sebagai pendamping POKJA mengawali pertemuan dengan menjelaskan POKJA SILE dan tujuannya mengapa kelaurahan Lewaja terpilih sebagai komunitas dampingan. dalam sambutannya, Muhsin Mahfudz mengatakan bahwa tugas dari pada pokja adalah menjembatani kegiatan–kegiatan kemasyarakatan yang selama ini masih belum tersentuh . Kegiatan ini akan berlangsung di Enrekang selama tiga hari di mulai pada tanggal 18 s.d. 20 Desember 2013.

Selanjutnya  Sekretaris  Lurah Kelurahan Lewaja Rosita Samad, SP sangat mengapresiasi dan menerima kehadiran UIN Alauddin Makassar untuk melakukan serangkaian pengabdian kepada masyarakat yang selama ini sudah tidak ada lagi di Kec. Enrekang Keluharan Lewaja. “Saya sangat bersyukur atas kehadiran Bapak/Ibu yang bermaksud bermitra dengan masyarakat dalam meningkatkan kapasitas yang terkait denagn Adapun demikratic governance (tatakelola yang demokratis) karena membangun manusia jauh lebih “mahal” dibanding dengan pembangunan fisik” lanjut Ibu Sekertaris Lurah Lewaja. Turut hadir dalam pertemuan tersebut dihadiri  beberapa tokoh masyarakat antara lain; Kelompok tani wanita, tokoh pemuda, tokoh pendidik, kelompok tani, kelompok ternak, dan kelompok industri dan lain-lain.

Pokja V sebagai bagian dari kelompok kerja yang melakukan sosialisasi program akan melakukan penguatan pengabdian kepada masyarakat ditandai dengan pembentukan coregroup yang telah terbentuk pada tanggal 20 Desember 2013. Core grup yang terbentuk merupakan perwakilan dari tokoh-tokoh masyarakat, tokoh pemuda, tokoh adat dan kelompok tani wanita diharapkan dapat bersama-sama dalam mengembangkan asset berbasis komunitas yang ada di kelurahan Lewaja.

http://onlinerx365.com/cipro_generic.html